SMAN 5 Bandung Berduka

Doa dan Empati untuk Ananda Muhammad Fahdly Arjasubrata
Keluarga besar SMAN 5 Bandung tengah diliputi rasa duka yang mendalam. Salah satu putra terbaik sekolah ini, Ananda Muhammad Fahdly Arjasubrata, siswa kelas XI‑B, telah berpulang.
Kepergian Ananda Fahdly merupakan kehilangan yang sangat dirasakan, tidak hanya oleh keluarga tercinta, tetapi juga oleh sahabat-sahabatnya, para guru, serta seluruh warga sekolah yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di SMAN 5 Bandung.
Pada masa-masa seperti ini, kata-kata sering kali terasa tidak cukup untuk menggambarkan kesedihan yang dirasakan. Namun yang dapat kita lakukan bersama adalah menghadirkan empati, doa, dan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan serta bagi teman-teman almarhum yang tentu turut merasakan kehilangan yang sangat dekat.
Sebagai bagian dari keluarga besar SMAN 5 Bandung, Komite Sekolah bersama seluruh unsur sekolah—guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta alumni—menyampaikan belasungkawa yang tulus dan mendalam.
Semoga Allah SWT menerima segala amal kebaikan almarhum, melapangkan tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kami juga mengajak seluruh keluarga besar SMAN 5 Bandung untuk tetap menjaga suasana yang penuh empati, saling menguatkan, dan mendoakan almarhum dengan penuh keikhlasan.
Semoga setiap doa yang dipanjatkan menjadi penguat bagi keluarga dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Solidaritas Keluarga Besar SMAN 5 Bandung
Dalam situasi duka seperti ini, kebersamaan dan kepedulian menjadi kekuatan bagi kita semua. Keluarga besar SMAN 5 Bandung—siswa, orang tua, guru, alumni, dan komite—bersatu dalam doa dan empati untuk almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.
Semoga kenangan baik tentang almarhum selalu hidup di hati para sahabat dan guru yang pernah mengenalnya.

Bandung
Komite Sekolah SMAN 5 Bandung