Menjaga Mutu dengan Cara yang Bermartabat
Beberapa waktu terakhir, Komite Sekolah SMAN 5 Bandung membaca kembali RKAS 2026 secara utuh. Bukan hanya melihat angka, tetapi memahami maknanya.
Kami ingin memastikan satu hal sederhana:
setiap kebutuhan yang muncul benar-benar dibaca dengan jernih, dipilah dengan adil, dan dijelaskan dengan terbuka.
Dari proses itu, terlihat adanya jurang antara dana pemerintah dan kebutuhan riil sekolah. Jurang ini bukan kesalahan siapa pun. Ia adalah konsekuensi dari perbedaan antara standar layanan minimum dan standar mutu sekolah rujukan.
Namun sebelum berbicara tentang nominal, Komite sepakat untuk mengunci satu hal yang lebih penting:
narasi harus benar lebih dahulu.
Komite Tidak Menggantikan Peran Negara
Kami ingin menyampaikan ini secara terbuka kepada siapa pun yang membaca halaman ini, baik orang tua, alumni, mitra, maupun masyarakat luas.
Komite Sekolah tidak menutup kewajiban negara.
Ada pos-pos dalam RKAS yang secara tegas tidak boleh dibebankan kepada orang tua dalam bentuk apa pun. Termasuk di dalamnya:
- Ijazah
- ANBK
- PPDB
- Administrasi akademik inti
Itu adalah hak dasar peserta didik.
Itu adalah kewajiban institusional sekolah negeri.
Batas ini tidak lentur.
Tidak dinegosiasikan.
Tidak dikemas ulang menjadi “partisipasi”.
Dengan batas yang jelas, kita menjaga kepercayaan publik.
Lalu Dukungan Itu Untuk Apa?
Jika bukan untuk kewajiban negara, maka untuk apa Komite menghimpun dukungan?
Jawabannya sederhana.
Dukungan hanya diarahkan untuk:
1. Menjaga Mutu Inti dan Keselamatan (K1)
Program yang langsung menyentuh kualitas belajar dan keamanan siswa, seperti:
- Stabilitas sistem pembelajaran digital;
- Perawatan sarana belajar;
- Dukungan kesiapan akademik;
- Infrastruktur keamanan sekolah.
Ini bukan kemewahan.
Ini adalah upaya menjaga kualitas agar tidak turun.
2. Pengembangan dan Reputasi (K2)
Program yang memperkaya dan memperluas daya saing siswa, seperti:
- Kegiatan prestasi;
- Pengayaan literasi dan numerasi;
- Kolaborasi dengan alumni dan dunia profesional;
- Penguatan karakter dan kepemimpinan.
Artinya, Komite tidak menggalang dana untuk operasional rutin negara.
Komite mengajak partisipasi untuk menjaga standar mutu yang selama ini menjadi identitas sekolah.
Itu perbedaan yang sangat mendasar.
Mengapa Ini Perlu Dijelaskan ke Publik?
Karena transparansi adalah bentuk penghormatan.
Website ini tidak hanya dibaca oleh orang tua siswa. Ia bisa diakses oleh siapa saja. Maka penjelasan ini bukan sekadar informasi internal, tetapi komitmen publik.
Kami memahami bahwa masyarakat berhak bertanya.
Kami memahami bahwa sensitivitas terhadap pembiayaan pendidikan adalah hal yang wajar.
Justru karena itulah, Komite memilih menjelaskan posisi ini secara terbuka.
Dana pemerintah menopang standar minimum.
Namun menjaga reputasi dan mutu sekolah rujukan membutuhkan ikhtiar tambahan.
Tambahan itu tidak boleh dipaksakan.
Tidak boleh menjadi tekanan sosial.
Dan tidak boleh menyentuh hak dasar siswa.
Partisipasi yang Sukarela dan Terhormat
Setiap bentuk dukungan yang dihimpun Komite berdiri di atas prinsip:
- Sukarela;
- Tanpa nominal minimal;
- Tidak memengaruhi hak layanan pendidikan;
- Dicatat dan dilaporkan secara tertib;
- Digunakan hanya untuk program K1 dan K2.
Partisipasi bukan kewajiban hukum.
Partisipasi adalah kesadaran bersama.
Kami tidak ingin siapa pun merasa tertekan.
Kami juga tidak ingin mutu turun hanya karena kita ragu berbicara terbuka.
Menjaga Sekolah, Menjaga Marwah
SMAN 5 Bandung memiliki sejarah panjang, prestasi, dan kepercayaan publik yang tidak dibangun dalam satu tahun.
Menjaga mutu adalah tanggung jawab bersama.
Menjaga marwah tata kelola adalah tanggung jawab Komite.
Karena itu, kami memilih cara yang jernih dan bermartabat:
- Hak negara dihormati;
- Hak siswa dilindungi;
- Orang tua tidak dibebani secara tidak semestinya;
- Mutu tetap dijaga.
Jika narasi ini dipahami dengan benar, maka partisipasi tidak akan lahir karena tekanan.
Ia akan lahir karena kepercayaan.
Dan kepercayaan adalah fondasi terbaik bagi pendidikan. (ID)