• 022 4206921
  • admin@ks-sman5bdg.web.id
  • Jl. Belitung No.8, Bandung

Mengapa Sekolah Negeri dengan Tradisi Prestasi Tetap Membutuhkan Partisipasi Orang Tua?

(Terin­spi­rasi oleh Ibu Hj. Tati Patimah, yang menyam­paikan bah­wa Pemer­in­tah terus beru­paya menghi­langkan isti­lah “seko­lah ung­gu­lan — seko­lah favorit” demi pemer­ataan pen­didikan dasar dan menen­gah dalam kerang­ka wajib bela­jar) Banyak orang tua datang ke seko­lah negeri den­gan keyak­i­nan yang san­gat wajar:kare­na ini seko­lah negeri, maka selu­ruh kebu­tuhan seko­lah pasti sudah dib­i­ayai negara. Keyak­i­nan ini tidak salah. Ia lahir dari kebi­jakan […]

Mitos dan Fakta: Apakah Dana BOS Sudah Menutup Semua Kebutuhan Sekolah Negeri Dengan Tradisi Prestasi Rujukan Masyarakat?

Mitos yang Banyak Diyaki­ni: “Dana BOS Sudah Cukup” Di ten­gah masyarakat, ada satu angga­pan yang ser­ing ter­den­gar: “Seko­lah negeri sudah dib­i­ayai negara. Ada Dana BOS pusat dan daer­ah. Seharus­nya semua kebu­tuhan seko­lah sudah ter­cukupi.” Angga­pan ini wajar. Infor­masi ten­tang Dana BOS memang lebih ser­ing ter­den­gar diband­ing pen­je­lasan ten­tang keter­batasan­nya. Aki­bat­nya, muncul persep­si bah­wa seti­ap kebu­tuhan seko­lah-ter­­ma­­suk seko­lah den­gan tra­disi juara-sudah […]

Gotong Royong Pendidikan: Nilai Lama, Cara Baru

Gotong Roy­ong: Nilai Lama yang Men­gakar di Pen­didikan Gotong roy­ong bukan isti­lah asing bagi kita. Sejak lama, pen­didikan di Indone­sia tum­buh bukan hanya dari ruang kelas, tetapi juga dari kepedu­lian bersama. Dulu, gotong roy­ong hadir secara ala­mi: Semua dilakukan kare­na satu keyak­i­nan seder­hana:pen­didikan adalah tang­gung jawab bersama. Nilai ini mem­ben­tuk karak­ter seko­lah dan siswa.Bukan sekadar soal uang, tetapi soal rasa […]

Trauma Pungli 2016: Apa yang Berubah dan Apa yang Sekarang Diatur Negara

Trau­ma Kolek­tif 2016: Men­ga­pa Pub­lik Men­ja­di Sen­si­tif Tahun 2016 men­ja­di titik balik pent­ing dalam dunia pen­didikan. Berba­gai kasus pung­utan liar (pungli) yang terungkap di sejum­lah seko­lah mem­bu­at pub­­­lik-teruta­­ma orang tua-men­­gala­­mi trau­ma kolek­tif. Sejak saat itu, kata-kata seper­ti “sum­ban­gan”, “par­tisi­pasi”, atau “ban­tu­an pen­didikan” ser­ing lang­sung memicu kecuri­gaan. Banyak orang tua merasa khawatir: Trau­ma ini manu­si­awi dan dap­at dipa­ha­mi.Masalah­nya, trau­ma yang tidak […]

Ketika Dukungan Datang dari Hati, Bukan dari Tagihan

Luka Lama yang Masih Terasa Bagi banyak orang tua, kata “dukun­gan seko­lah” per­nah terasa tidak nya­man.Bukan kare­na tidak peduli, tetapi kare­na pen­gala­man di masa lalu mem­bu­at dukun­gan seo­lah berubah men­ja­di tag­i­han terselubung. Ada yang merasa: Pen­gala­man seper­ti ini mening­galkan luka sosial.Dan luka itu wajar. Ia tidak lahir dari prasang­ka, tetapi dari pen­gala­man nya­ta. Namun pent­ing dis­adari:pen­gala­man masa lalu tidak selalu […]

Peran Orang Tua dalam Menjaga Mutu SMAN 5 Bandung

Mutu Seko­lah Tidak Per­nah Berdiri Sendiri SMAN 5 Ban­dung dike­nal seba­gai seko­lah den­gan tra­disi prestasi dan karak­ter yang kuat. Namun mutu sebuah seko­lah ung­gu­lan tidak per­nah lahir dari satu pihak saja. Di balik prestasi siswa, ter­da­p­at: Orang tua bukan “penon­ton” dari pros­es pen­didikan. Mere­ka adalah bagian dari sis­tem pen­didikan itu sendiri. Cara orang tua men­dampin­gi anak, berko­mu­nikasi den­gan seko­lah, dan […]

Komite Sekolah 2026–2028

Musyawarah Komite Seko­lah SMAN 5 Ban­dung Peri­ode 2026–2028 Pen­jaringan • Pene­ta­pan • Musyawarah • Penge­sa­han Pen­gu­rus Pros­es pem­ben­tukan Komite Seko­lah SMAN 5 Ban­dung Peri­ode 2026–2028 telah dilak­sanakan secara berta­hap, ter­bu­ka, dan par­tisi­patif, sesuai keten­tu­an per­at­u­ran perun­­dang-undan­­gan. Tahap pen­jaringan diawali den­gan pen­gusu­lan calon anggota Komite dari unsur orang tua peser­ta didik, alum­ni, dan masyarakat. Selu­ruh calon yang masuk kemu­di­an melalui pros­es […]

Kajian Tentang Komite Sekolah

Kajian Tentang Komite Sekolah

Kajian atas : Per­me­ndik­bud 75/2016, Per­gub Jabar 44/2022, dan Per­gub Jabar  97/2022 Oleh : Ir. Irfan Dis­nizar, S.H. LATAR BELAKANG MASALAH Sela­ma bertahun-tahun, muncul kesalah­pa­haman besar di masyarakat bah­wa seko­lah negeri tidak boleh mener­i­ma sum­ban­gan apa pun kare­na sudah ada dana BOS. Perny­ataan terse­but ter­den­gar logis, namun secara hukum, sosi­ol­o­gis, dan filosofis ‑pan­dan­gan itu tidak tepat. Per­me­ndik­bud 75/2016, Per­gub Jabar […]