• 022 4206921
  • admin@ks-sman5bdg.web.id
  • Jl. Belitung No.8, Bandung

Peran Orang Tua dalam Menjaga Mutu SMAN 5 Bandung

Mutu Sekolah Tidak Pernah Berdiri Sendiri

SMAN 5 Ban­dung dike­nal seba­gai seko­lah den­gan tra­disi prestasi dan karak­ter yang kuat. Namun mutu sebuah seko­lah ung­gu­lan tidak per­nah lahir dari satu pihak saja.

Di balik prestasi siswa, ter­da­p­at:

  • guru yang bek­er­ja melam­paui kewa­jiban,
  • man­a­je­men seko­lah yang men­ja­ga arah dan kual­i­tas,
  • ser­ta orang tua yang men­cip­takan eko­sis­tem pen­dukung di rumah dan lingkun­gan sosial.

Orang tua bukan “penon­ton” dari pros­es pen­didikan.

Mere­ka adalah bagian dari sis­tem pen­didikan itu sendiri.

Cara orang tua men­dampin­gi anak, berko­mu­nikasi den­gan seko­lah, dan bersikap ter­hadap pros­es bela­jar san­gat mem­pen­garuhi:

  • moti­vasi siswa,
  • keta­hanan men­tal,
  • dan budaya berprestasi di seko­lah.

Den­gan kata lain, mutu seko­lah dija­ga bersama, bukan dis­er­ahkan sepenuh­nya kepa­da insti­tusi.

Meluruskan Persepsi: Peran Orang Tua Bukan Soal Dana

Salah satu kesalah­pa­haman yang pal­ing ser­ing muncul adalah angga­pan bah­wa:

per­an orang tua dalam men­ja­ga mutu seko­lah iden­tik den­gan kon­tribusi finan­sial.

Pan­dan­gan ini tidak tepat dan per­lu dil­u­ruskan.

Per­an uta­ma orang tua jus­tru ter­letak pada hal-hal berikut:

  • mem­ban­gun sikap disi­plin dan tang­gung jawab anak di rumah,
  • men­dukung kegiatan bela­jar dan minat bakat anak,
  • men­cip­takan komu­nikasi yang sehat antara anak, orang tua, dan seko­lah,
  • mem­beri teladan ten­tang eti­ka, keju­ju­ran, dan ker­ja keras.

Con­toh seder­hana:
Seo­rang siswa yang disi­plin bela­jar di rumah, men­da­p­at dukun­gan emo­sion­al dari orang tuanya, dan merasa dihar­gai, akan tampil jauh lebih siap di kelas-tan­pa per­lu tam­ba­han fasil­i­tas apa pun.

Mutu pen­didikan bukan hanya soal sarana, tetapi soal iklim psikol­o­gis dan sosial yang diban­gun bersama.

Ruang Peran Orang Tua yang Tertib, Aman, dan Bermartabat

Negara dan seko­lah menye­di­akan ruang keter­li­batan orang tua secara sukarela dan tert­ib, agar par­tisi­pasi tidak berubah men­ja­di tekanan.

Melalui mekanisme yang ada, orang tua dap­at berper­an antara lain:

  • ter­li­bat dalam kegiatan seko­lah sesuai minat dan wak­tu,
  • berba­gi keahlian atau pen­gala­man pro­fe­sion­al seba­gai nara­sum­ber,
  • mem­ban­tu kegiatan non-akademik (event, lom­ba, pem­bi­naan),
  • menyam­paikan aspi­rasi dan masukan secara kon­struk­tif.

Per­an ini difasil­i­tasi melalui komite seko­lah, yang berfungsi seba­gai jem­bat­an komu­nikasi, bukan seba­gai pemu­ngut kewa­jiban.

Yang pent­ing dite­gaskan:

  • tidak ada kewa­jiban finan­sial,
  • tidak ada kai­tan den­gan nilai atau layanan akademik,
  • dan tidak ikut berpar­tisi­pasi tetap meru­pakan pil­i­han yang sah dan dihor­mati.

Den­gan kerang­ka ini, orang tua dap­at ter­li­bat tan­pa rasa sungkan, takut, atau curi­ga.

Dari Kepedulian Orang Tua ke Mutu Sekolah yang Berkelanjutan

Keti­ka orang tua ter­li­bat den­gan ten­ang dan penuh kesadaran, dampaknya terasa nya­ta:

  • siswa lebih per­caya diri dan ter­mo­ti­vasi,
  • guru merasa didukung secara moral,
  • hubun­gan seko­lah-kelu­ar­ga men­ja­di har­mo­nis,
  • dan budaya ung­gul tum­buh secara ala­mi.

Mutu SMAN 5 Ban­dung tidak dija­ga den­gan tekanan,
melainkan den­gan keper­cayaan dan kolab­o­rasi.

Ini­lah esen­si pen­didikan yang berke­lan­ju­tan:
bukan sia­pa yang pal­ing banyak berkon­tribusi, tetapi sia­pa yang peduli dan mau ber­jalan bersama. (ID)

Strive for Excellence — Karena Keunggulan Dibangun Bersama