Bertemu, Berbincang, dan Menyatukan Niat untuk Almamater

Ki-Ka : Kang Virda — Kang Tutun — Teh Ratna — Teh Dewi — Teh Nunung
Ketika Silaturahmi Menjadi Awal Cerita
Kolaborasi yang baik tidak selalu dimulai dari proposal tebal atau pembahasan angka.
Sering kali, semuanya berawal dari bertemu, berbincang, dan saling mendengar.
Itulah yang terjadi dalam pertemuan perdana antara Ikatan Alumni 5 (IA5) dan Komite Sekolah. Suasananya hangat, cair, dan setara. Tidak ada tuntutan, tidak ada target instan. Yang ada hanyalah keinginan yang sama: menjaga dan merawat almamater tercinta.
Dalam perbincangan itu, muncul kesadaran bersama bahwa sekolah dengan tradisi prestasi panjang menghadapi tantangan yang semakin beragam—mulai dari penguatan akademik, pengembangan minat dan bakat, hingga pendampingan mental siswa. Di titik ini, alumni dipandang bukan sebagai donatur, melainkan sebagai mitra yang punya pengalaman, jejaring, dan cerita hidup yang bisa dibagikan.
Melangkah Bersama, Secara Bertahap dan Bermakna
Percakapan kemudian mengalir pada kemungkinan-kemungkinan yang bisa dibangun bersama. Bukan tentang apa yang harus diberikan, tetapi apa yang bisa dilakukan bersama sesuai kapasitas masing-masing.
Jejaring alumni membuka banyak ruang: mentoring, berbagi inspirasi, dukungan berbasis program, hingga kolaborasi yang tumbuh secara sukarela dan bertahap. Semua dengan satu kesepakatan sederhana: dijalankan secara transparan, tidak memaksa, dan tetap menghormati aturan yang ada.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dari perjalanan yang masih panjang. Masih banyak ruang untuk ide, masukan, dan partisipasi dari berbagai pihak. Karena pada akhirnya, keunggulan tidak dibangun sendirian—ia tumbuh dari niat baik yang dirawat bersama.
#LimaSelamanya #KarenaKeunggulanDibangunBersama #MariBerkolaborasi