• 022 4206921
  • admin@ks-sman5bdg.web.id
  • Jl. Belitung No.8, Bandung

Try Out SNBT: Ketika Sekolah Harus Pintar Cari Jalan, Bukan Cari Alasan

Seti­ap tahun cer­i­tanya ham­pir sama.
Kelas XII mulai sibuk. Anak-anak mulai tegang. Orang tua mulai bertanya-tanya.

“Try out ada bera­pa kali?”
“Anak saya sudah cukup siap belum?”

Dan di sisi lain, seko­lah dan Komite sama-sama berpikir:

Kita ingin ban­tu semak­si­mal mungkin, tapi harus tetap hati-hati.

Kenapa Try Out Itu Penting, Tapi Selalu Sensitif?

Try out bukan sekadar lati­han soal.
Bagi anak-anak, try out itu lati­han men­tal:

  • bela­jar men­gatur wak­tu,
  • bela­jar meng­hadapi tekanan,
  • bela­jar mener­i­ma hasil den­gan real­is­tis.

Masalah­nya, kebu­tuhan try out sekarang jauh lebih besar diband­ing dulu, semen­tara biaya opera­sion­al seko­lah yang dise­di­akan pemer­in­tah memang pun­ya batas.

Ini bukan soal kurang niat.
Bukan juga soal seko­lah tidak peduli.
Ini soal real­i­tas.

Yang Sering Salah Kaprah

Banyak yang men­gi­ra:

“Kalau seko­lah pun­ya tra­disi prestasi, harus­nya semua beres.”

Pada­hal jus­tru seba­liknya.
Seko­lah den­gan tra­disi prestasi biasanya pun­ya stan­dar lati­han yang lebih ting­gi.

Per­lu dibedakan:

  • Negara memas­tikan seko­lah ber­jalan.
  • SNBT adalah kom­petisi nasion­al yang ketat.

Seko­lah memas­tikan anak bela­jar.
Try out mem­ban­tu anak ber­saing.

Kalau dua hal ini dicam­pur, diskusi jadi tidak ke mana-mana.

Kenapa Banyak Program Bagus Malah Jadi Ribut

Lucun­ya, banyak pro­gram try out sebe­narnya bagus.
Tujuan­nya jelas. Niat­nya baik.

Tapi tetap memicu bisik-bisik.

Biasanya kare­na:

  • ada biaya yang “rasanya kok kayak wajib”,
  • pengu­mu­man men­dadak,
  • komu­nikasi kurang utuh,
  • Komite terke­san cuma uru­san dana.

Akhirnya:

  • orang tua jadi tidak nya­man,
  • anak ikut ter­bawa beban,
  • keper­cayaan pelan-pelan turun.

Pada­hal semua pihak ingin hal yang sama: anak siap.

Mungkin Masalahnya Bukan di Uangnya

Coba ubah sudut pan­dang sedik­it.

Try out itu bukan soal bayar atau tidak bayar.
Try out itu soal melin­dun­gi pelu­ang anak.

Tan­pa lati­han yang cukup:

  • anak bisa kaget den­gan tipe soal,
  • salah strate­gi,
  • min­der dulu­an.

Jadi per­tanyaan­nya bukan:

“Sia­pa yang bayar?”

Tapi:

“Bagaimana caranya supaya anak-anak tidak berangkat ke SNBT tan­pa per­si­a­pan?”

Tiga Prinsip Biar Tidak Salah Jalan

Pen­gala­man menun­jukkan, pro­gram try out lebih mudah diter­i­ma kalau dijalankan den­gan prin­sip seder­hana:

Adil
Semua anak dap­at akses dasar. Tidak ada label mam­pu atau tidak mam­pu.

Pelan tapi pasti
Tidak dadakan. Tidak panik. Tidak mak­sa.

Bermarta­bat
Tidak bikin orang tua sungkan. Tidak bikin anak merasa ter­be­bani.

Kalau tiga ini dija­ga, biasanya suasana jadi jauh lebih adem.

Saat Keterbatasan Justru Memaksa Kita Kreatif

Menariknya, banyak seko­lah akhirnya men­e­mukan solusi jus­tru kare­na keter­batasan.

Ada yang:

  • mem­bu­ka try out lebih luas supaya ada sub­si­di silang,
  • meli­batkan alum­ni untuk men­dukung tahap ter­ten­tu,
  • bek­er­ja sama den­gan mitra tapi fokus ke hasil, bukan ser­e­moni,
  • mer­apikan jad­w­al dan sis­tem supaya tidak boros.

Bukan buat cari untung.
Tapi supaya pro­gram tetap jalan tan­pa menekan sia­pa pun.

Semua Punya Peran, Tidak Ada yang Harus Tertekan

Kalau mau jujur:

  • seko­lah fokus ke akademik,
  • Komite jaga sis­tem dan kead­i­lan,
  • orang tua men­dukung sesuai kemam­puan,
  • alum­ni dan mitra jadi pen­guat.

Tidak ada pak­saan.
Tidak ada dra­ma.
Tidak ada yang diko­r­bankan.

Penutup: Kadang Jalan Tengah Itu yang Paling Masuk Akal

Try out SNBT yang sehat bukan soal besar kecil­nya dana.
Tapi soal bagaimana keter­batasan dikelo­la den­gan jujur dan sal­ing per­caya.

Seko­lah tidak sedang men­cari jalan pin­tas.
Komite tidak sedang men­cari alasan.
Orang tua pun sebe­narnya ingin hal yang sama.

Supaya anak-anak kita berangkat ke SNBT
den­gan per­si­a­pan, bukan den­gan kece­masan. (ID)

Strive For Excellence — Karena Keunggulan Dibangun Bersama