• 022 4206921
  • admin@ks-sman5bdg.web.id
  • Jl. Belitung No.8, Bandung

Alumni Tidak Pernah Sungguh-Sungguh Pergi. Mereka hanya butuh ruang untuk kembali.

08 Jan­u­ari 2026 — Silat­u­rahim Man­a­je­men Baru Seko­lah — Komite Seko­lah 2026–2028 — IA 5 di Sin­dang Reret Ban­dung

Kalimat yang Datang Tiba-Tiba

Per­nahkah, di ten­gah hidup yang sibuk, Anda tiba-tiba teringat satu suara bel seko­lah?
Atau aro­ma hujan di lapan­gan upacara?
Atau bangku kelas yang dulu terasa sem­pit, tapi diam-diam mem­ben­tuk sia­pa diri kita hari ini?

Jika iya, itu bukan nos­tal­gia biasa.
Itu pang­gi­lan pulang.

Tentang Tempat yang Tidak Pernah Menutup Pintu

Seko­lah bukan sekadar gedung.
Ia adalah tem­pat per­ta­ma kita bela­jar gagal tan­pa ditertawakan.
Tem­pat per­ta­ma kita berani bermimpi, mes­ki belum tahu caranya.

Di sanalah kita dia­jari datang tepat wak­tu.
Dite­gur saat salah.
Diper­juangkan saat ham­pir meny­er­ah.

Lalu wak­tu ber­jalan.
Kita lulus.
Kita per­gi.
Hidup mem­bawa kita men­ja­di banyak hal: pro­fe­sion­al, orang tua, pemimpin, pen­gusa­ha, peker­ja senyap yang jujur.

Dan seko­lah itu tetap di sana—diam, setia, menung­gu.

Mengapa Banyak Alumni Sebenarnya Ingin Kembali

Yang jarang dis­adari:
alum­ni tidak per­nah benar-benar mening­galkan seko­lah­nya.

Banyak yang ingin berkon­tribusi, tapi menung­gu:

  • wak­tu yang tepat,
  • cara yang pan­tas,
  • ruang yang tidak mem­bu­at sungkan.

Kare­na mem­beri tidak per­nah nya­man jika terasa dipak­sa.
Kare­na niat baik butuh tem­pat yang aman untuk men­darat.

Seko­lah den­gan tra­disi prestasi pan­jang hari ini meng­hadapi tan­ta­n­gan yang berbe­da.
Bukan kare­na negara tidak hadir—tetapi kare­na kebu­tuhan pen­didikan tum­buh lebih cepat dari­pa­da kemam­puan sis­tem.

Dan di titik itu­lah, per­an alum­ni men­ja­di mak­na, bukan kewa­jiban.

Saat Memberi Menjadi Cara Pulang

Kon­tribusi bukan ten­tang besar kecil­nya angka.
Ia ten­tang rasa memi­li­ki.

Kadang pulang berar­ti menyum­bang gagasan.
Kadang berar­ti mem­bu­ka jejar­ing.
Kadang berar­ti meny­isihkan seba­gian rezeki—diam-diam, tan­pa nama besar.

Apa pun ben­tuknya, kon­tribusi alum­ni adalah jem­bat­an: dari masa lalu yang mem­ben­tuk kita, menu­ju masa depan yang sedang diban­gun gen­erasi berikut­nya.

Bukan untuk dike­nang.
Tapi agar nilai-nilai baik tidak ter­pu­tus.

Ruang Itu Kini Terbuka

Hari ini, seko­lah mem­bu­ka ruang.
Bukan untuk mem­inta.
Melainkan untuk men­gun­dang Anda pulang den­gan cara Anda sendiri.

Tan­pa pak­saan.
Tan­pa kewa­jiban.
Tan­pa per­bandin­gan.

Jika satu bagian dari ceri­ta ini menge­tuk hati Anda—itu tan­da bah­wa ikatan itu masih hidup.

Alum­ni tidak per­nah sung­guh-sung­guh per­gi.
Mere­ka hanya menung­gu ruang untuk kem­bali.

Dan ruang itu… kini ter­bu­ka. (ID)