• 022 4206921
  • admin@ks-sman5bdg.web.id
  • Jl. Belitung No.8, Bandung

Anggaran Pendidikan 20% APBN: Mengapa Indonesia Tidak Bisa Disamakan dengan Negara Maju

Angka yang Terlihat Besar, Pertanyaan yang Tetap Muncul

Ser­ing ter­den­gar perny­ataan seper­ti ini:

“Anggaran pen­didikan Indone­sia sudah 20% dari APBN.
Men­ga­pa seko­lah masih keku­ran­gan?”

Per­tanyaan ini wajar.
Namun jawa­ban­nya tidak bisa dil­i­hat hanya dari persen­tase, apala­gi diband­ingkan secara seder­hana den­gan negara maju.

Untuk mema­haminya, kita per­lu meli­hat den­gan kepala din­gin, bukan den­gan emosi.

20% APBN: Pilihan Konstitusional Indonesia

Indone­sia adalah salah satu dari sedik­it negara di dunia yang:

  • secara tegas mewa­jibkan min­i­mal 20% APBN dan APBD untuk pen­didikan.

Keten­tu­an ini berasal lang­sung dari Pasal 31 ayat (4) UUD 1945.
Artinya, pen­didikan ditem­patkan seba­gai pri­or­i­tas kon­sti­tu­sion­al, bukan sekadar kebi­jakan tek­nis.

Namun pent­ing dipa­ha­mi sejak awal:

Kon­sti­tusi men­jamin pri­or­i­tas anggaran,
bukan men­jamin selu­ruh kebu­tuhan pen­didikan otoma­tis ter­penuhi.

Apakah Negara Maju Anggarannya Lebih Besar?

Jawa­ban­nya: tidak selalu dari sisi persen­tase.

Banyak negara maju (con­toh : APBN Ameri­ka Serikat Rp.110.000 tril­i­un-sedang APBN Indone­sia Rp.3.800 tril­i­un):

  • tidak mene­tap­kan 20% dalam kon­sti­tusi;
  • hanya men­ga­lokasikan sek­i­tar 10–15% dari total belan­ja negara untuk pen­didikan.

Tetapi kare­na:

  • APBN mere­ka jauh lebih besar ,
  • basis pajaknya kuat,
  • dan infra­struk­tur pen­didikan sudah matang,

maka nilai riil anggaran per siswa tetap jauh melam­paui negara berkem­bang.

Seder­hananya:

12% dari APBN yang san­gat besar
bisa lebih kuat dari­pa­da
20% dari APBN yang masih ter­batas.

Perbedaan Utama: Tahap Pembangunan Negara

Negara maju umum­nya:

  • tidak lagi mem­ban­gun akses dasar pen­didikan;
  • seko­lah dan infra­struk­tur sudah terse­dia;
  • anggaran difokuskan pada kual­i­tas dan ino­vasi.

Semen­tara Indone­sia masih harus:

  • mem­bi­ayai pemer­ataan pen­didikan nasion­al;
  • mem­ban­gun dan mer­awat ribuan seko­lah;
  • melayani wilayah ter­pen­cil;
  • mem­bi­ayai jutaan peser­ta didik baru seti­ap tahun.

Den­gan kata lain:

Indone­sia sedang men­jalankan dua tugas sekali­gus:
mem­per­lu­as akses dan meningkatkan mutu.

Ini bukan kega­galan kebi­jakan, melainkan real­i­tas tahap pem­ban­gu­nan.

20% APBN ≠ Dana BOS untuk Sekolah

Hal pent­ing yang ser­ing luput dipa­ha­mi masyarakat:

Anggaran pendidikan 20% tidak seluruhnya masuk ke sekolah dalam bentuk Dana BOS.

Anggaran terse­but juga digu­nakan untuk:

  • gaji dan tun­jan­gan pen­didik;
  • pen­didikan ting­gi;
  • bea­siswa;
  • pelati­han dan pen­ingkatan kom­pe­ten­si;
  • infra­struk­tur pen­didikan nasion­al;
  • pro­gram afir­masi dan per­lin­dun­gan sosial di sek­tor pen­didikan.

Kare­na itu, wajar jika di tingkat seko­lah:

Dana BOS terasa belum sepenuh­nya menut­up kebu­tuhan opera­sion­al riil.

Keadilan Sosial dan Batas Kemampuan Negara

Sila ke‑5 Pan­casi­la berbun­yi:

Kead­i­lan sosial bagi selu­ruh raky­at Indone­sia.

Dalam kebi­jakan pub­lik, kead­i­lan sosial berar­ti:

  • pem­ba­gian anggaran yang mer­a­ta;
  • pen­gakuan atas keter­batasan negara;
  • dan upaya berke­lan­ju­tan untuk meningkatkan kap­a­sitas.

Hari ini, kemam­puan negara memang baru sam­pai di titik ini.
Dan keju­ju­ran ter­hadap kon­disi terse­but jus­tru pent­ing agar tidak menim­bulkan hara­pan yang keliru.

Penutup : Memahami agar Tidak Salah Menilai

Anggaran pen­didikan Indone­sia bukan kecil, dan komit­men­nya jelas secara kon­sti­tu­sion­al.
Namun mem­band­ingkan­nya den­gan negara maju tan­pa meli­hat kon­teks jus­tru menye­satkan.

Jika kita ingin pen­didikan yang berke­lan­ju­tan:

  • pema­haman pub­lik harus rasion­al,
  • diskusi harus berba­sis fak­ta,
  • dan kolab­o­rasi harus dijalankan secara sah dan sukarela.

Mema­ha­mi batas kemam­puan negara bukan berar­ti meny­er­ah, tetapi langkah dewasa untuk mem­ban­gun pen­didikan bersama. (ID)

Strive For Excellence — Karena Keunggulan Dibangun Bersama